Viral Daging Masih Mentah, SPPG Kudadepa Minta Maaf

sEVENTcyber.com – Viral di media sosial, menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat diduga daging ayamnya masih mentah.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kudadepa, Rahmad Syah membenarkan adanya video viral tentang menu MBG yang dagingnya masih mentah.

“Jadi perihal video viral yang terjadi beberapa hari kemarin, itu benar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada saat itu, kita mendapat laporan dari Kepala Sekolah SMPN 3 Sukahening bahwa dagingnya masih berdarah.

“Tentu memang itu kesalahan dari kita, pasti itu akan dijadikan pembelajaran agar tidak terulang lagi,” imbuh Rahmad kepada para awak media saat ditemui di kantornya, SPPG Kudadepa, Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq Al Khairiyyah, Kp. Ciengang, Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kamis (09/04/2026) siang.

Kemudian, saya datang ke sekolah untuk melihat fakta yang sebenarnya, dan Alhamdulillah di sambut baik diterima di ruang Kepala Sekolah, juga turut hadir perwakilan dari siswa sebanyak 3 orang siswi.

“Kepala Sekolah melaporkan bahwasanya dagingnya kurang matang, masih ada yang merah di dalamnya. Kita pasti mengakui kesalahan, datang ke sana (Sekolah) untuk meminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada mereka. Mereka pun memaafkan dan Kepala Sekolah juga memberi saran, keritik serta bertanya kepada perwakilan siswa barangkali mau request menu MBG kepada kita,” sambungnya.

Baca Juga  Wireless Headphones are now on Market

Related Posts

Kebakaran Pasar Andir Garut Hanguskan 26 Kios

GARUT – Kebakaran hebat melanda Pasar Andir, Kampung Andir RT 001/RW 006, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat,…

Pengajian Bulanan Rajamandala Perkuat Syiar Islam

TASIKMALAYA – Pemerintah Desa Rajamandala, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, terus memperkuat syiar Islam melalui kegiatan pengajian rutin bulanan yang dilaksanakan secara…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *