Musdes Rembug Stunting Desa Kudadepa Bahas Strategi Penurunan Stunting dan Dukung Indonesia Emas 2045

Tasikmalaya – Pemerintah Desa Kudadepa menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting sebagai forum untuk memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting, di Gedung Olahraga Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026) siang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah desa, BPD, kader Posyandu, bidan desa, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Sukahening.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kudadepa, Sopyan Iskandar, mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kita dapat berkumpul dalam rangka melaksanakan Musyawarah Desa Rembug Stunting. Kita perlu mengetahui sejauh mana pelaksanaan program penanganan stunting yang telah berjalan, terutama karena program ini menjadi prioritas pada periode 2026–2027,” ujarnya.

Baca Juga: Desa Digital, DPK APDESI Kecamatan Sukahening: Banyak Seliweran Jual Aplikasi

Sopyan mengakui bahwa saat ini pemerintah desa menghadapi kondisi efisiensi anggaran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa sektor kesehatan anak tetap menjadi prioritas utama.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Dana Desa tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk Program Pemberian Makan Tambahan (PMT) karena telah hadir Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

“Kita mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program Presiden. Namun, saya masih mempertanyakan bagaimana pelaksanaannya ketika sekolah sedang libur,” katanya.

Selain itu, Kepala Desa juga menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini tetap aktif memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Saat ini, Desa Kudadepa baru memiliki tiga gedung Posyandu, sementara dua wilayah kedusunan lainnya masih belum memiliki fasilitas serupa.

Menurutnya, pemerintah desa berharap seluruh wilayah nantinya memiliki bangunan Posyandu sendiri. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan tersebut harus dilakukan secara bertahap meskipun lahan hibah telah tersedia.

Baca Juga  Kegiatan PHBI Alhamdulillah Dapat Dukungan Pemdes Kudadepa

Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara kader Posyandu dan bidan desa dalam melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan, mulai dari penimbangan balita hingga pelayanan kesehatan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Posyandu atas keikhlasan dan pengabdiannya. Semoga diberikan kesehatan, kemudahan rezeki, dan menjadi amal ibadah,” tuturnya.

Baca Juga: ProgramDesa Naik Kelas, Pemerintah Desa di Kecamatan Sukahening Ikuti Pelatihan Desa Digital dan Teknologi

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Sukahening, Jajang Sukendar, S.H., M.H., menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menyangkut kualitas kesehatan, kecerdasan, serta sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader Posyandu, hingga bidan desa untuk bersama-sama mengidentifikasi persoalan serta menyusun langkah penanganan yang tepat.

Ia menjelaskan bahwa kepala desa memiliki peran penting dalam mengalokasikan anggaran, BPD memberikan dukungan terhadap kebijakan tersebut, sedangkan kader dan bidan desa menjadi pelaksana berbagai program di lapangan. Seluruh hasil kesepakatan Musdes diharapkan dapat diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan APBDes agar program penanganan stunting berjalan secara berkesinambungan.

Jajang juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan hingga berada di bawah 14 persen. Untuk mencapai target tersebut diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai faktor-faktor penyebab stunting, termasuk pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan menghindari paparan asap rokok terhadap ibu hamil maupun bayi.

Melalui Musdes Rembug Stunting ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun skala prioritas program secara efektif dan efisien sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Desa Kudadepa dapat terlaksana secara optimal.

Baca Juga  Kepala Desa Kudadepa Buka Pelatihan Pengenalan Potensi Bencana

Di akhir sambutannya, Sekretaris Kecamatan Sukahening secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Desa Rembug Stunting Desa Kudadepa.

Reporter: M. N. Fauzi
Editor: Redaksi Media Online007

Related Posts

Cegah Stunting Itu Penting

Tasikmalaya – Yel-yel “Cegah Stunting Itu Penting” berkumandang dalam kegiatan Musyawarah Desa Rembug Stunting yang digelar di Aula Desa Banyuresmi,…

Wabup Ali Syakieb Resmikan Program RLHB BAZNAS Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG – Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, meresmikan program bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) Kabupaten Bandung di Desa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *