Wabup Tasikmalaya Hadiri Rakor Pembahasan LBS Jadi LP2B

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati, Asep menegaskan bahwa isu Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi perhatian penting bagi Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang besar di Jawa Barat.

Menurutnya, tekanan alih fungsi lahan ke sektor non-pertanian, seperti permukiman dan pembangunan infrastruktur, perlu diantisipasi secara serius agar keberadaan lahan sawah produktif tetap terjaga.

“Selain menjaga keberlanjutan produksi pangan, perlindungan LP2B juga dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan petani dan menjaga keseimbangan lingkungan,” ungkap Asep.

Wakil Bupati Tasikmalaya berharap terbangun sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat hingga Daerah.

“Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah dalam penetapan serta perlindungan LP2B, sehingga implementasinya dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Asep.

Baca Juga  Bupati Tasikmalaya Hadiri Rakor Penanganan Pelanggaran Tahapan Kampanye

Related Posts

Panitia Usulkan Tujuh Anggota BPD Desa Calingcing

TASIKMALAYA – Panitia Pengisian Keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Calingcing mengusulkan penetapan tujuh calon anggota BPD periode 2027–2035 setelah pelaksanaan…

Bupati Resmikan Gapura Milangkala Tasikmalaya di Sukarame

TASIKMALAYA – Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., melaksanakan kegiatan Bupati Nganjang Ka Lembur sekaligus meresmikan Gapura Milangkala…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *