Tantan Sosialisasikan Lima Program ke PWI Priangan

CIAMIS — Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, menyosialisasikan visi dan lima program prioritasnya kepada jajaran PWI Priangan Timur di Kantor PWI Ciamis, Jalan Iwa Kusuma Soemantri No. 6, Kecamatan Ciamis, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus dan anggota PWI dari Ciamis, Banjar, Pangandaran, serta Tasikmalaya. Sosialisasi menjadi penutup rangkaian safari Tantan ke sejumlah daerah menjelang Konferensi PWI Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026.

Tantan Sulthon Bukhawan menyosialisasikan visi dan lima program kepada PWI Priangan Timur di Ciamis. (Sumber : PWI Ciamis)
Tantan Sulthon Bukhawan menyosialisasikan visi dan lima program kepada PWI Priangan Timur di Ciamis. (Sumber : PWI Ciamis)

Dalam pertemuan tersebut, Tantan memperkenalkan visi “PWI Jabar Istimewa” dengan tagline “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera.”

Melalui visi itu, Tantan mengajak anggota PWI Jawa Barat membangun organisasi yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan wartawan.

Lima Program Prioritas Tantan

Dalam pemaparannya, Tantan mengatakan pencalonannya sebagai Ketua PWI Jawa Barat didorong keinginan menghadirkan perubahan di tubuh organisasi profesi wartawan.

Selama melakukan safari ke berbagai daerah, ia mengaku telah menyerap aspirasi dari anggota PWI. Aspirasi tersebut kemudian dirumuskan menjadi lima program prioritas.

1. Mendorong Wartawan Multimedia

Program pertama adalah mendorong lahirnya wartawan multimedia. Tantan menilai perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menuntut wartawan memiliki kemampuan yang lebih luas.

Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya menguasai kemampuan menulis berita, tetapi juga perlu mampu memproduksi foto, video dan konten digital.

“Wartawan sekarang tidak cukup hanya mampu menulis berita. Kita harus mampu memproduksi foto, video, konten digital, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik dan kode etik,” kata Tantan.

Ia menilai kemampuan multimedia menjadi kebutuhan penting agar produk jurnalistik tetap relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi, terutama melalui platform digital dan media sosial.

Baca Juga  Santriwati Ponpes Shuffah Al Jama'ah Raih Juara Umum Tahfidz Qur'an, Piala Bergilir Kapolres Tasikmalaya Kota

2. Jadikan Kantor PWI Rumah Kreatif

Program kedua yakni menjadikan kantor PWI sebagai rumah kreatif.

Tantan ingin sekretariat PWI tidak hanya digunakan untuk aktivitas administrasi organisasi, tetapi juga menjadi pusat kegiatan wartawan, mulai dari diskusi, pelatihan, konferensi pers, workshop hingga ruang kolaborasi.

“Saya ingin kantor PWI hidup setiap hari. Ada diskusi, pelatihan, konferensi pers, workshop, dan ruang kolaborasi sehingga kualitas jurnalistik anggota terus meningkat,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar konferensi pers lebih banyak diselenggarakan di kantor PWI sehingga sekretariat dapat menjadi pusat aktivitas organisasi sekaligus ruang pertemuan antara wartawan dan pemangku kepentingan.

3. Perluas BPJS Ketenagakerjaan

Program ketiga yang ditawarkan Tantan adalah memperluas kepesertaan **BPJS Ketenagakerjaan** bagi seluruh anggota PWI.

Menurutnya, masih terdapat wartawan yang belum memperoleh perlindungan kerja, sementara profesi jurnalistik memiliki berbagai risiko ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Minimal seluruh anggota PWI harus memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan kerja menjadi kebutuhan penting bagi profesi wartawan,” katanya.

4. Lanjutkan Program 1.000 UKW

Program keempat adalah melanjutkan **program 1.000 Uji Kompetensi Wartawan (UKW)** di Jawa Barat.

Tantan menilai UKW tidak semata-mata menjadi persyaratan administratif, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi wartawan di tengah persaingan industri media yang semakin ketat.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas profesi wartawan.

5. Perkuat Kesejahteraan Anggota

Program kelima berkaitan dengan penguatan kesejahteraan anggota melalui pengembangan kemitraan organisasi dan unit usaha PWI.

Tantan melihat terdapat peluang yang dapat dikembangkan organisasi untuk menciptakan sumber pendapatan baru dengan tetap menjaga independensi profesi wartawan.

Ia menegaskan penguatan kesejahteraan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme anggota.

Baca Juga  MTQ ke-49 Kabupaten Sumedang Resmi Dibuka, Bupati Dony Ahmad Munir Ajak Masyarakat Membumikan Nilai Al-Qur'an

Tantan Dorong PWI Berbasis Gagasan

Dalam kesempatan tersebut, Tantan juga menegaskan bahwa PWI merupakan organisasi profesi yang harus dibangun berdasarkan gagasan dan program, bukan praktik transaksional.

Ia mengaku terdorong maju sebagai calon Ketua PWI Jawa Barat setelah memperoleh dukungan dari berbagai pengurus PWI daerah serta melihat adanya kebutuhan untuk membangun budaya organisasi yang lebih sehat.

“Saya tidak pernah menghitung modal untuk maju. Yang saya miliki adalah ide, gagasan, visi, dan program kerja. PWI adalah organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Tantan berharap PWI kembali menjadi organisasi intelektual yang mengedepankan kompetensi, integritas, dan profesionalisme.

PWI Priangan Timur Sambut Gagasan Tantan

Ketua PWI Ciamis, Banjar, Pangandaran, Anthika Asmara, menyambut baik kedatangan Tantan ke Ciamis. Menurutnya, sejumlah program yang ditawarkan memiliki kesamaan dengan kegiatan yang telah dikembangkan PWI Ciamis.

Ia mencontohkan konsep sekretariat sebagai ruang aktivitas organisasi melalui program **Misbar (Ciamis Beri Kabar)**, konferensi pers rutin di kantor PWI, serta berbagai kegiatan kreatif dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional.

“Kami melihat visi dan program Kang Tantan memiliki arah yang sama dengan semangat yang sedang kami bangun di Ciamis. Karena itu kami siap mendukung serta berkolaborasi mewujudkan PWI Jawa Barat yang lebih maju,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Tasikmalaya, Asep Juhariyono, menilai gagasan transformasi menuju wartawan multimedia relevan dengan perubahan industri media.

Ia juga mendukung peningkatan kompetensi melalui UKW, perluasan BPJS Ketenagakerjaan, serta penguatan kesejahteraan anggota sebagai bagian dari kebutuhan organisasi yang harus terus diperjuangkan.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan dialog dan penyampaian berbagai masukan dari pengurus PWI Priangan Timur.

Baca Juga  Polres Sumedang Terjunkan 150 Personel Gabungan Laksanakan Patroli dan Bagikan Sembako

Tantan berharap berbagai gagasan yang disampaikan dapat menjadi bahan diskusi sekaligus komitmen bersama untuk membangun PWI Jawa Barat yang profesional, solid, dan adaptif terhadap perkembangan zaman menjelang Konferensi PWI Jabar 2026.

Pewarta : M. N. Fauzi

Related Posts

MTQ ke-49 Kabupaten Sumedang Resmi Dibuka, Bupati Dony Ahmad Munir Ajak Masyarakat Membumikan Nilai Al-Qur’an

SUMEDANG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-49 Tingkat Kabupaten Sumedang resmi dibuka di Lapangan Haurgombong, Kecamatan Pamulihan, Selasa (7/7/2026). Kegiatan…

Aliansi Relawan MBG Garut Gelar Aksi Damai dan Audiensi, Polres Garut Pastikan Pengamanan Berjalan Kondusif

GARUT – Polres Garut melaksanakan pengamanan kegiatan aksi damai dan audiensi yang dilakukan Aliansi Relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *