Polri Bersama Menteri ATR/BPN Perkuat Sinergitas Pemberantasan Mafia Tanah

Ditambahkan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, sengketa tanah menjadi masalah yang berlarut-larut bahkan hingga mengganggu investasi. Padahal, di Indonesia terdapat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 yang dengan jelas menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Tapi pada saat negara mau menggunakan tanah saja berhadapan dengan mafia tanah. Oleh karena itu tentunya kita sepakat bahwa harus ada kepastian terkait dengan kepemilikan tanah, sehingga ke depan masyarakat yang selama ini selalu dirugikan oleh kelompok-kelompok yang disebut dengan ‘mafia tanah’ ini kemudian bisa kita berikan kepastian dan hukum,” jelas Kapolri.

Tidak hanya itu, menurut Jenderal Sigit, masalah mafia tanah ini juga telah mengganggu masuknya investasi di Indonesia. Bahkan, tidak jarang investor yang masuk pada akhirnya terkendala dengan masalah pertanahan.

“Karena itulah, hal ini menjadi PR bersama agar Indonesia betul-betul bisa bersaing dalam hal investasi,” ujar Jenderal Sigit.

Dibeberkan Kapolri, dalam kasus mafia tanah tentunya ada persekongkolan dan permainan hukum. Ia pun mendukung Kementerian ATR/BPN untuk melakukan pemberantasan.

“Jadi kalau istilah saya tambahannya dari gebuk mafia tanah sampai tuntas dan kita dukung,” ujar Jenderal Sigit.

Baca Juga  Kapolri Apresiasi Anggotanya yang Jadi Penggali Kubur

Related Posts

Polres Sumedang Gelar Konferensi Pers Kasus Curas dan Pemerasan, Tiga Tersangka Diamankan

SUMEDANG, SEVENTcyber.com – Polres Sumedang menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pemerasan yang terjadi pada…

Karang Taruna Road to School 2026, Wabup Bandung Harapkan Kolaborasi Generasi Muda Semakin Kuat

KABUPATEN BANDUNG, SEVENTcyber.com – Karang Taruna Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan Karang Taruna Road to School 2026 yang digelar di SMK…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *