Monumen Kopi Kabupaten Bandung Diresmikan Bupati Dadang Supriatna, Simbol Kopi Mendunia

SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi meresmikan Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia yang berlokasi di Jalan Al Fathu, Soreang, pada Senin (29/6/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, sebagai bentuk komitmen memperkuat identitas Kabupaten Bandung sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun media sosial @prokopimkabbandung pada Selasa (30/6/2026), kehadiran Monumen Kopi menjadi simbol kebanggaan sekaligus pengingat atas besarnya kontribusi sektor perkopian terhadap perekonomian dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa Monumen Kopi tidak hanya dibangun sebagai ikon daerah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan kepada para petani kopi, pelaku usaha, komunitas, hingga seluruh insan kopi yang selama ini berperan besar dalam mengangkat nama Kabupaten Bandung di tingkat nasional maupun internasional.

“Monumen ini bukan sekadar bangunan atau landmark baru, tetapi menjadi simbol apresiasi kepada seluruh insan kopi yang telah bekerja keras membangun kualitas dan reputasi kopi Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Menurutnya, monumen tersebut juga melambangkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun industri kopi dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari budidaya, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan wisata berbasis kopi.

Kabupaten Bandung Miliki Banyak Kawasan Penghasil Kopi Unggulan

Kabupaten Bandung dikenal memiliki sejumlah kawasan penghasil kopi berkualitas yang telah dikenal luas. Di antaranya berada di wilayah Ciwidey, Malabar, Gunung Puntang, Kertasari, Pangalengan, Manglayang, Arjasari, Kamojang, hingga Palintang.

Potensi tersebut terus didorong melalui berbagai program pemerintah daerah, seperti pendampingan kepada petani, peningkatan kualitas hasil panen, inovasi produk olahan kopi, serta perluasan akses pemasaran agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Pemerintah Kabupaten Bandung optimistis sektor kopi akan terus berkembang sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Pemdes Calincing Hadiri Penyerahan Badan Hukum BUMDesma LKD Sukahening

Sektor Kopi Dorong Ekonomi dan Jaga Kelestarian Lingkungan

Selain memberikan dampak ekonomi, sektor perkopian juga dinilai memiliki manfaat besar terhadap pelestarian lingkungan.

Budidaya kopi di kawasan pegunungan dan daerah hulu mampu mendukung konservasi lahan, menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi risiko erosi, serta mempertahankan fungsi daerah resapan air.

Karena itu, pengembangan sektor kopi tidak hanya dipandang sebagai upaya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bandung.

Bupati Dadang Supriatna berharap keberadaan Monumen Kopi dapat menjadi motivasi bagi seluruh kawasan penghasil kopi di Kabupaten Bandung untuk terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi.

“Dengan adanya monumen ini, kami berharap semakin banyak sentra kopi di Kabupaten Bandung yang berkembang, produksinya meningkat, serta semakin dikenal hingga pasar internasional,” katanya.

Monumen Kopi Jadi Ruang Publik dan Sarana Promosi

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, menjelaskan bahwa pembangunan Monumen Kopi merupakan hasil kolaborasi dan diskusi lintas perangkat daerah.

Monumen tersebut dirancang untuk menghadirkan ikon yang merepresentasikan identitas Kabupaten Bandung sebagai daerah penghasil kopi unggulan.

Selain menjadi landmark baru di kawasan Jalan Al Fathu Soreang, monumen ini juga diharapkan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjadi media promosi bagi petani, pelaku UMKM, dan pelaku industri kopi Kabupaten Bandung.

Dengan hadirnya Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia, pemerintah berharap citra Kabupaten Bandung sebagai salah satu pusat kopi terbaik di Indonesia semakin kuat, sekaligus mampu menarik wisatawan, investor, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kopi lokal.

Reporter: M. N. Fauzi
Editor: Redaksi Media Online007

Related Posts

Bupati Tasikmalaya Pimpin Peringatan Harganas ke-33, Tegaskan Keluarga Fondasi Indonesia Emas 2045

Tasikmalaya – Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., memimpin peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026…

Delapan Remaja Pembawa Samurai dan Diduga Obat Terlarang Diamankan Polres Garut Saat Patroli Dini Hari

GARUT – Delapan remaja diamankan Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polres Garut setelah kedapatan membawa senjata tajam jenis samurai dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *