SOREANG – Bupati Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.P., M.Si, yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna, menerima audiensi Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum, Yanto Kusno Hendarto beserta jajaran di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (9/6/2026).
Usai audiensi, Kang Dadang Supriatna melanjutkan agenda dengan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Khusus Penanganan Banjir, Antisipasi Kemarau Panjang, serta Penanganan Sampah dan Limbah di wilayah Kabupaten Bandung.
Rakor tersebut dihadiri Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf. Suryanto, Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, unsur Forkopimda Kabupaten Bandung, perwakilan Lanud Sulaiman, Polresta Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, para Dansektor Citarum Harum, jajaran perangkat daerah, BUMD, serta para Danramil se-Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini menjadi forum koordinasi strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bandung, Satgas Citarum Harum, BBWS Citarum, perangkat daerah, para camat, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang masih dihadapi Kabupaten Bandung.
Baca Juga : KDS Buka Muscablub I BPC HIPMI Kabupaten Bandung, Dorong Lahirnya 10.000 Wirausaha Muda per Tahun
Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun media sosial Prokopim Kabupaten Bandung pada Rabu (10/6/2026), Kang Dadang Supriatna menegaskan pentingnya percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Selain itu, ia juga menyoroti penanganan dan penertiban tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sepanjang sempadan sungai dan jalan, pengendalian banjir, serta langkah antisipatif menghadapi dampak kemarau panjang.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Bupati Bandung meminta penyusunan Instruksi Bupati yang berfokus pada optimalisasi pengelolaan sampah hingga tingkat desa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan sampah secara terintegrasi dari tingkat pemerintahan paling bawah.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Dadang Supriatna juga menekankan pentingnya implementasi kolaborasi pentahelix yang aktif dan efektif di setiap kecamatan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dinilai menjadi kunci dalam penanganan persoalan banjir, sampah, dan limbah secara berkelanjutan.
Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang menjadi perhatian bersama melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan layanan air bersih, edukasi kepada petani, serta optimalisasi jaringan irigasi guna menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong langkah-langkah konkret untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi risiko bencana, serta menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Bandung.
Reporter: Mas’ud Nazid Fauzi
Editor: Redaksi Media Online007


