Septyan juga menekankan bahwa pelaksanaan Musda harus steril dari kepentingan politik. Menurutnya, KNPI bukanlah alat kepentingan kelompok tertentu, melainkan wadah besar berhimpunnya pemuda dari berbagai latar belakang.
“KNPI harus bebas dari intervensi politik praktis. Ini penting agar organisasi tetap independen dan fokus pada pengembangan potensi generasi muda,” tambahnya.
Terkait figur calon Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya, ia berharap sosok yang muncul bukan sekadar menjadi simbol atau “figur” pemuda, tetapi mampu menjadi “pigura” pemuda-yakni pemimpin yang mampu membingkai arah gerakan, mengayomi, serta menggerakkan potensi pemuda secara kolektif.
la juga menegaskan bahwa idealnya calon ketua tidak berasal dari unsur pengurus partai politik atau memiliki afiliasi dengan partai tertentu, guna menjaga netralitas organisasi.
“Calon harus independen, tidak terikat kepentingan politik partai. Selain itu, proses Musda juga harus bebas dari praktik transaksional seperti jual beli suara, karena itu akan merusak integritas organisasi, tegasnya.
Lebih jauh, Septyan mengaitkan arah kepemimpinan KNPI ke depan dengan berbagai konsep dan teori kepemudaan modern. la menilai bahwa pemuda hari ini harus dipandang sebagai aset pembangunan sebagaimana dalam pendekatan Positive Youth Development, yang menekankan pentingnya kompetensi, karakte, kepercayaan diri, jejaring, dan kepedulian sosial.






