Cegah Pernikahan Dini, Kepala Desa Banyuresmi: Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Kepala Desa juga berkeinginan menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pencegahan pernikahan dini lagi, tapi yang dihadiri oleh para orang tua.

“Kalau kita lihat di lapangan, banyak anak-anak yang memang dipaksa oleh orang tuanya untuk menikah di usia dini dengan alasan mungkin ekonomi, sudah ada jodohnya yang sudah menunggu dan segala macam,” ungkapnya.

“Jadi memang perlu pemahaman bersama, bukan dari para remaja saja, tapi para orang tuanya juga itu harus paham terkait bahayanya pernikahan di usia dini dan kalau melihat di Undang Undang perkawinan nomor 1 tahun 1974 yang sudah di revisi minimal pernikahan di usia 19 tahun bagi perempuan dan ini memang masyarakat belum pada tahu,” sambungnya.

Dadan Ruswanda menambahkan, para peserta dalam kegiatan ini yang kami undung dari berbagai umur, seperti dari SMP, SMA dan memang pesertanya itu terbatas hanya sekitar 30 orang.

“Mudah-mudahan mereka yang di undang ini bisa mewakili dengan memberikan ilmu kepada mereka yang memang tidak terundang,” harapnya.

Baca Juga  Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Laksanakan Bimtek Penerapan Pokir

Related Posts

Tasikmalaya Resmi Jadi Kabupaten Pramuka 2026

TASIKMALAYA – Kabupaten Tasikmalaya resmi menyandang status sebagai Kabupaten Pramuka. Peresmian tersebut berlangsung bersamaan dengan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65…

220 Warga Tasikmalaya Terima Becak Listrik Presiden

TASIKMALAYA – Sebanyak 220 warga Kabupaten Tasikmalaya menerima becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *