Menanggapi berbagai masukan dari Aliansi BEM Ciamis, Bupati Herdiat menyampaikan apresiasi atas peran mahasiswa yang dinilai konsisten menjadi sosial kontrol bagi Pemerintah Daerah.
“Saya mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang terus mengamati jalannya Pemerintahan. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” ungkapnya.
Bupati Ciamis, Herdiat menjelaskan, bahwa selama satu tahun terakhir Pemerintah Daerah fokus melanjutkan program pembangunan dari periode sebelumnya, baik di bidang Pemerintahan, pembangunan, maupun pelayanan masyarakat. Namun demikian, berbagai tantangan tetap dihadapi, terutama terkait kondisi keuangan daerah.
“APBD Kabupaten Ciamis dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus meningkat. Jika pada tahun 2020 APBD mencapai sekitar Rp. 3,1 triliun, maka pada tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp. 2,3 triliun, ditambah adanya efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat,” imbuhnya.
“Saya tidak ingin menaikkan pajak karena kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih pasca pandemi. Kami lebih memilih mengoptimalkan potensi daerah yang ada,” sambung Herdiat.
Bupati Herdiat menambahkan, Pemerintah Daerah saat ini fokus bekerja keras dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Tatar Galuh Ciamis. Berbagai persoalan seperti peningkatan kasus HIV, infrastruktur yang belum merata, hingga penguatan pembangunan karakter masyarakat menjadi perhatian bersama.
“Pembangunan fisik bisa dilakukan ketika ada anggaran. Namun pembangunan nonfisik seperti mental dan karakter membutuhkan keterlibatan semua pihak,” pungkasnya.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Ciamis didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Daerah I, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran perangkat daerah lainnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari dialog yang lebih intens antara Pemerintah Daerah dan mahasiswa dalam membangun Kabupaten Ciamis ke depan.






