Menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang menjadi perhatian bersama. Bupati Herdiat menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja yang marak di media sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.
“Mmengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap kepada rekan-rekan media agar Pesantren Ramadhan ini dapat semakin memperkuat peran pers sebagai penyampai informasi yang sejuk, mendidik, serta membangun optimisme masyarakat.
Kemudian kepada para Lansia, menyampaikan apresiasi atas semangat menuntut ilmu agama di usia senja sebagai upaya mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat. Menurutnya, semangat belajar tidak mengenal batas usia dan tetap harus dijaga agar dapat memberi manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menggagas serta menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga Pesantren Ramadhan tahun 1447 H ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” tambah Bupati Ciamis, Herdiat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana H. Wawan S. Arifin melaporkan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan merupakan program Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai upaya mengisi amaliah bulan suci Ramadhan.
Program ini bertujuan membina ketakwaan serta membentuk akhlak mulia di tengah masyarakat melalui pembinaan keagamaan yang terarah dan berkesinambungan.
“Total peserta yang mengikuti Pesantren Ramadhan tahun ini mencapai 460 orang. Rinciannya terdiri dari 100 peserta tingkat SLTA, 50 peserta tingkat SLTP, 275 peserta lansia, serta 40 orang jurnalis,” pungkas Wawan.






