Irpom dan JIAT Cileuleus Diduga Tak Berfungsi

TASIKMALAYA — Program air pom atau Irigasi Perpompaan (Irpom) dan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di wilayah Desa Cileuleus, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Kondisi tersebut menjadi sorotan lantaran puluhan hingga ratusan hektare lahan sawah di wilayah Desa Cileuleus mengalami kekeringan. Bahkan, sebagian lahan disebut terdampak hingga mengalami gagal panen.

Padahal, program Irpom dan JIAT merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan sumber air bagi lahan pertanian, terutama untuk menghadapi kekeringan serta mendukung peningkatan frekuensi dan produktivitas panen petani.

Kondisi lahan sawah kering dan fasilitas Irpom di Sawah Lega Desa Cileuleus Kecamatan Cisayong
Kondisi lahan sawah kering dan fasilitas Irpom di Sawah Lega Desa Cileuleus Kecamatan Cisayong

Irpom dan JIAT Berada di Sawah Lega

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu fasilitas Irpom berada di kawasan Sawah Lega, Dusun Sindang Tanjung, Desa Cileuleus.

Program tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap Penambahan Areal Tanam (PAT) Kelompok Tani Sindang Tanjung.

Baca Juga : Cisayong Meriahkan HUT RI, Kekeringan Jadi Perhatian

Di lokasi yang sama juga terdapat fasilitas Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Kedua fasilitas tersebut disebut berada dalam jarak yang relatif berdekatan, sekitar 200 hingga 300 meter.

Kehadiran dua fasilitas tersebut semestinya dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian, khususnya ketika sumber air permukaan mengalami keterbatasan akibat musim kemarau.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hamparan sawah di sekitar lokasi terlihat kering dengan sisa tanaman padi setelah panen. Keberadaan fasilitas irigasi tersebut pun dipertanyakan karena disebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ketua BPD Sebut Irpom Belum Berfungsi

Ketua BPD Desa Cileuleus, M. Sihabudin Asmizani, S.Pd.I., M.Pd., memberikan tanggapan mengenai kondisi program tersebut pada Rabu (19/8/2026).

Baca Juga  Masyarakat Desa Banyurasa Sambut Antusias Layanan MCS BPJS

Saat pertama dimintai keterangan melalui pesan WhatsApp, Sihabudin menyampaikan belum dapat memberikan penjelasan karena sedang berada di Jakarta dan belum dapat terhubung dengan pihak terkait.

Namun, sekitar pukul 21.55 WIB, ia memberikan penjelasan mengenai kondisi Irpom yang berada di Sawah Lega.

Menurut Sihabudin, Irpom tersebut sejak awal disebut belum berfungsi.

“Irpom yang di Sawahlega itu dari awal juga tidak berfungsi,” ujar Sihabudin.

Ia juga menyebut mendapat informasi bahwa mesin untuk fasilitas tersebut sudah tersedia. Namun, hingga saat memberikan keterangan, dirinya mengaku belum melihat mesin tersebut secara langsung.

Status JIAT BBWS Belum Diketahui

Sementara itu, mengenai fasilitas yang disebut berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Sihabudin mengaku belum mengetahui secara pasti statusnya.

Ia belum mengetahui apakah fasilitas tersebut sudah diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Cileuleus atau belum.

“Yang dari BBWS masih di wilayah Sawahlega belum tahu, apakah sudah serah terima kepada Pemerintahan Desa atau belum,” katanya.

Menurut dia, fasilitas tersebut juga sampai saat ini belum berfungsi.

Kondisi itu menjadi perhatian karena fasilitas yang dibangun dengan dukungan anggaran pemerintah semestinya dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan pasokan air untuk lahan pertanian.

Irpom Sukamulya Juga Dipertanyakan

Selain fasilitas di Sawah Lega, keberadaan Irpom di Kampung Sukamulya juga belum sepenuhnya diketahui pemanfaatannya.

Sihabudin mengatakan dirinya hanya menerima informasi mengenai adanya pembangunan Irpom di wilayah tersebut.

Namun, hingga kini ia mengaku belum mengetahui secara jelas sumber air yang akan digunakan maupun bagaimana sistem pengairan fasilitas tersebut.

“Untuk Irpom di Kp. Sukamulya hanya menerima informasi ada pembangunan, namun hingga saat ini belum mengetahui airnya dari mana, juga bagaimana,” jelasnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini belum ada komunikasi dengan pihak **Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)** terkait persoalan tersebut.

Baca Juga  Wabup Tasikmalaya Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Camat Diharapkan Koordinasikan dengan Instansi

Mengenai kondisi program Irpom dan JIAT tersebut, Sihabudin berharap koordinasi lebih lanjut dilakukan oleh Camat Cisayong dengan instansi teknis terkait.

Menurutnya, posisi pemerintah kecamatan dinilai lebih dekat untuk melakukan koordinasi dengan berbagai instansi yang menangani program tersebut.

“Mengenai hal tersebut biarlah Pak Camat berkoordinasi karena lebih dekat dengan instansi terkait,” ujarnya.

Koordinasi diperlukan untuk memastikan status fasilitas, proses serah terima, ketersediaan mesin, sumber air, hingga penyebab fasilitas belum dapat berfungsi.

Sawah Kekeringan, Program Irigasi Dipertanyakan

Persoalan tersebut semakin penting di tengah kondisi kekeringan yang melanda sebagian lahan pertanian Desa Cileuleus.

Puluhan bahkan ratusan hektare sawah disebut terdampak kekeringan. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi produktivitas pertanian dan menyebabkan petani kehilangan kesempatan untuk memperoleh hasil panen.

Di sisi lain, keberadaan Irpom dan JIAT diharapkan mampu membantu menyediakan sumber air tambahan sehingga lahan pertanian tetap dapat ditanami meskipun musim kemarau berlangsung.

Karena itu, apabila fasilitas tersebut memang belum berfungsi, diperlukan langkah cepat dari pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan program dapat digunakan sesuai tujuan pembangunannya.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan belum memperoleh konfirmasi dari Kelompok Tani Sindang Tanjung mengenai kondisi dan pengoperasian Irpom yang berkaitan dengan program Penambahan Areal Tanam (PAT), serta intansi dan pihak -pihak lainnya.

Pewarta : M. N. Fauzi

Related Posts

Cisayong Meriahkan HUT RI, Kekeringan Jadi Perhatian

TASIKMALAYA — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, digelar melalui berbagai…

Bupati Tasikmalaya Apresiasi Pembinaan Karate BKC

TASIKMALAYA – Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., mengapresiasi konsistensi Bandung Karate Club (BKC) dalam membina generasi muda…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *