Ribuan Jemaah Ikuti Tabligh Akbar dan Sholawat di Desa Banyurasa

Kemudian, Kades Banyurasa menyampaikan himbauan dari Gubernur Jawa Barat terkait perelek 2 sendok beras. Di kita (Desa Banyurasa) sudah ada, yaitu Koin NU.

“Menurut yang disampaikan oleh Ketua Ranting NU Desa Banyurasa yang mengelola perelek tersebut dalam waktu 2 bulan ini sudah terkumpul sekitar Rp. 7 juta, ini padahal belum kompak semuanya sebanyak 2.500 KK (Kepala Keluarga),” ungkapnya.

Hasil dari Koin NU, terang dia, bukan untuk orang lain tapi untuk kita. Dipergunakan untuk kegiatan memperingati hari-hari besar Islam dan lain-lainnya yang diselenggarakan di wilayah Desa Banyurasa.

“Kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) diantaranya, Muharaman (Tahun Baru Islam), MUI, Fatayat, Muslimat, pengajian rutin bulanan di KUA, dan Hari Santri Nasional, Agustusan serta lain-lainnya,” paparnya.

Hari ini menyelenggarakan gebyar Hari Santri Nasional ke-10, terima kasih kepada DKM se-wilayah Desa Banyurasa kompak terus untuk memeriahkan kegiatan peringatan Hari Santri di wilayah Desa Banyurasa.

“Terkait persentasinya dari Koin NU, saya menyarankan jangan dulu memikirkan daerah lain fokus dulu di wilayah Desa Banyurasa, pikiran dulu wilayah Kampungnya masing-masing,” ujar Kades Banyurasa, Lalan.