Ketua Dewan Pers mengatakan, perjuangan untuk menjaga nama Republik tidaklah sendirian melainkan bersama-sama dijaga oleh masyarakat global. Semangat ini dipertegas olah langkah Unesco yang akan menyelenggarakan konperensi Hari Kebebasan Pers Dunia pada tanggal 4 hingga 5 Mei mendatang, di Luzsaka Zambia.
“Forum tersebut akan menjadi panggung utama dunia untuk membedah tren terbaru kebebasan berekspresi serta memetakan arah media global yang kian menantang. Apa yang dibahas di sana di Zambia adalah juga yang menjadi keprihatinan kita di Indonesia bahwa tantangan terhadap kebebasan pers terus berevolusi dan kita harus siap beradaptasi tanpa sedikitpun menggadaikan identitas kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, kami mendorong agar segera terbit atau terwujud undang-undang yang menghargai hak cipta karya jurnalistik dan undang-undang yang menyatakan no tax for knowledge, yaitu pembebasan pajak bagi produk intelektual yang telah ikut mencerdaskan bangsa.
“Saya mengajak seluruh insan pers di seluruh penjuru tanah air jadilah garda terdepan dalam merawat demokrasi, mari kita buktikan bersama bahwa pers indonesia mampu menjadi pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, bebas, damai, adil dan berkelanjutan,” ujar Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat.
Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026.




















Leave a Reply